Komplain ke Developer Depok Maharaja

Habis juga akhirnya kesabaran warga cluster nirwana perumahan Depok Maharaja, cluster yang secara geografi terletak di wilayah RT.06 RW.12 kelurahan Rangkapan Jaya kecamatan Pancoran Mas Kota Depok provinsi Jawa Barat ini, kemarin hari Minggu tanggal 18 Oktober 2009 beramai-ramai mendatangi developer PT. Abadi Guna Lestari untuk melakukan komplain mengenai perbaikan lingkungan cluster yang tidak beres-beres paska serah terima kepengurusan cluster dari pihak developer ke pengurus RT setempat.

Perusahaan yang juga merupakan grup dari perusahaan besar di bidang property Gapura Prima yang juga membangun perumahan seperti Bukit Rivaria Sawangan, Bukit Cimanggu City, Taman Raya, Taman Kota Bekasi, Metro Villa Cilegon, Anyer Palazo Boutique Resort, serta membangun beberapa apartemen seperti The Belezza Permata Hijau, CBD Serpong, The Bellagio Mega Kuningan, Apartemen Kebagusan, GP Plaza Gatot Subroto, de EASTERN, Belmont Kebon Jeruk, serta Trade Center seperti Bekasi Trade Centre, Bandung Trade Centre dan Depok Trade Centre (DTC) ini memang telah sering menerima komplain dari pembelinya, baik itu merupakan masalah lingkungan seperti sampah, maupun kualitas bagunan seperti dinding yang retak, sampai ke hal lainnya.

Dari hasil komplain beramai-ramai kemarin akhirnya dicapai kesepakatan antara warga cluster yang diwakili oleh pengurus RT.06 RW.12 yaitu Bapak Edy Gustian (Ketua RT), Bapak Sukanto (Sekretaris RT) dan Bapak Karyadi (Koordinator Lingkungan) dengan Bapak Jhonson dan Bapak Suryana (dari pihak developer) bahwa pihak developer akan menyelesaikan semua komplain warga yang telah diinventarisir sebelumnya secara bersama-sama ke cluster nirwana dalam tempo paling lama 30 hari.

Entahlah…, apakah pihak developer kali ini akan menempati janjinya. Soalnya ini bukanlah untuk pertama kali pihak developer menjanjikan hal yang sama setelah warga beramai-ramai mendatangi developer (karena kalau datang sendiri atau cuma beberapa orang lebih banyak ngak dianggap), namun selalu saja tidak ada realisasi dari janji-janji tersebut.

Pesan moral untuk kita semua…, hati-hati dalam memilih perumahan. Nama besar developer belum menjadi jaminan kualitas. Ada baiknya sebelum kita memilih suatu perumahan, tidak ada salahnya bertanya dulu di kiri dan kanan, termasuk mencari informasi sebanyak-banyaknya, baik itu dari media cetak, elektronik maupun media internet. Minta bantuan paman Google, ketik pakai keyword “komplain” + “nama perumahan” atau “nama developer” yang membangun perumahan tersebut, jangan-jangan hasil dari pencarian paman Google tersebut isinya komplain semua. kalau sudah begini…, lebih baik urungkan niat anda untuk mengambil rumah di perumahan tersebut kalau tidak mau makan hati nantinya.

6 Tanggapan so far

  1. 1

    Yudha said,

    Mantabb…terus tulis dan update berita nya Om….

    • 2

      Arman said,

      Siiipppp…., Pak Yudha.

      Sekedar info untuk warga cluster nirwana :

      Point yg harus diselesaikan oleh developer:

      1. Perbaikan saluran air.
      2. Perbaikan lampu taman dan PJU
      3. Pembuatan pagar arcon
      4. Perapihan tanah kosong
      5. Penanganan komplain warga

      Seluruh perbaikan dimulai tanggal 19 kemarin dan harus selesai dalam waktu 30 hari.

  2. 3

    hendro said,

    Wah bagus juga blognya, aktif terus dari juni 2008. Jarang yang bisa begini. Salut. Mudah-mudahan juga kasusnya dengan developer bisa cepat selesai jadi warga bisa hidup tenang di lingkungan yang sudah tertata.

    salam

    • 4

      clusternirwana said,

      Terima kasih bung Hendro atas kunjungannya ke blog ini …

      Kita juga berharap developer berkomitmen dengan janji-janji yang telah mereka buat. Tapi kalau melihat progress hingga hari ini, sepertinya komitmen mereka sama seperti janji-janji mereka yang sudah-sudah. Cuma ngencar mengerjakan pada minggu pertama doank, setelah itu diam tanpa ada action yang memadai.

      Padahal kalau dilihat developer Depok Maharaja, memasang spanduk untuk menjual produk mereka hampir di seluruh penjuru Kota Depok. Mereka tidak menyadari, berapa banyak biaya yang telah mereka keluarkan untuk biaya mengiklankan produk mereka. Dan pada akhirnya biaya yang telah mereka keluarkan tersebut tidak menjadi efektif, karena calon-calon konsumen potensial mereka banyak batal membeli produk mereka setelah melihat banyak berita yang tidak positif tetang mereka di internet.

      Sekali lagi seharusnya mereka menyadari hal ini…., jangan hanya bisa menjanjikan sesuatu pada saat menjual, melainkan membuktikan janji-janji tersebut setelah produk mereka laku terjual.

  3. 5

    noegie said,

    Wah.. berarti banget nich info.. saya jadi lebih selektif lagi untuk cari tempat hunian.

    • 6

      clusternirwana said,

      Syukur deh Mas Noegie kalo informasinya bermanfaat …

      Ya.., memang kita harus selektif untuk mencari tempat hunian…, jangan mudah terbujuk hanya dengan DP Rendah, Biaya KPR 0%, dapat subsidi bunga dan lain sebagainya …, yang itu semua hanya sekedar Marketing Gimmick …

      Soalnya kalau sudah terlanjur salah pilih, yang repot ngurusnya dibelakang hari…


Comment RSS

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: