Sebenarnya sudah lama niat warga cluster nirwana untuk memasang lampu di lapangan bulutangkis, tujuannya adalah agar warga bisa bermain bulutangkis pada malam hari. Soalnya kalau hanya bermain pada pagi dan sore hari, maka cuma bisa dilakukan pada hari minggu doang, soalnya kalau pagi matahari begitu cepat bersinar dan menimbulkan efek silau pada mata, sedangkan pada sore hari matahari begitu cepat terbenam sehingga lapangan menjadi gelap gulita. Jalan keluar satu-satunya hanya dengan memasang lampu, sehingga warga bisa bermain pada malam hari dan tidak hanya hari sabtu/minggu doang, melainkan juga hari biasa setelah pulang dari tempat kerja masing-masing.
Hal hasil hari Minngu kemaren warga cluster nirwana bergotong royong memasang lampu tersebut, sekalian membersihkan lapangan yang mulai ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Sebenarnya pemasangan kemaren belum permanen, jadi masih ala kadarnya dengan kayu biasa dan di tempel di tembok rumah warga, sedangkan arus listrik diambil dari lampu taman. Setelah semua pemasangan selesai tibalah saatnya dilakukan pengetesan lampu…
Namun apa yang terjadi ?!! ternyata pengetesan gagal total. Penyebabnya adalah arus listrik lampu taman yang mengarah ke lapangan bulutangkis ternyata tengah diputus oleh pihak developer. Menurut laporan security pemutusan terpaksa dilakukan karena ada bagian lampu taman yang terkena konsleting listrik. Entah sampai kapan pihak developer akan memperbaikinya…, yang pasti keinginan warga cluster nirwana untuk bermain bulutangkis pada malam hari untuk sementara waktu terpaksa ditunda…

