Karena bentar lagi Indonesia mau ultah…, maka sebagai penduduk Indonesia warga cluster nirwana ikut berpastisipasi mempersiapkan penyambutan hari H nya …
Jadilah hari Minggu kemaren warga bergotong royong untuk membuat sebuah gapura yang nantinya akan dipajang di pintu masuk cluster. Pengerjaan dilakukan di bawah pohon bambu di depan rumah Pak Robert Blok S6,
Dimulai dari pagi hari dengan peralatan dan bahan-bahan seadanya pengerjaan gapura tersebut. dilaksanakan.., berbekal desaign dari Pak Arnanto (thanks to Pak Arnanto, meskipun udah itu kita2 di tinggalin berangkat ke Malaysia…, trus siapa yang mau ditanya soal designnya ?!!) dipadukan dengan menggunakan mesin bor (thanks to Pak Anto) dan gergaji listrik (thanks to Pak Kamto) dan sumber listrik diambil dari rumah Pak Noval (thanks to Pak Noval)…, akhirnya gapura tersebut sedikit demi sedikit mulai kelihatan bentuk rangkanya …, sekarang tinggal ditambahkan penutupnya. Yang kita butuhkan sekarang adalah papan tripleks…. !!!
Untung pak Kamto baru bongkar kantor, jadi tripleks nya bisa diangkut ke cluster buat dijadiin gapura… he… he… he… (makasih sekali buat pak Kamto), sambil menunggu pak Kamto datang dengan Suzuki Karimunnya, kita minum-minum kopi dan coca cola sumbangan dari Pak Gatot dan Pak Edy (thanks to them).
Sampai jam makan siang tiba ternyata Pak Kamto belum juga kembali, padahal perut-perut kita udah berkukuruyuk…, untung Pak Asep berbaik hati menyediakan kita makan siang (makasih ya Pak Asep), maka makanlah kita semua dengan lahapnya.
Begitu Pak Kamto pulang membawa tripleks, kita kembali melanjutkan pekerjaan kita yang tertunta, berhubung matahari mulai condong ke barat, maka lokasi gotong royong yang berada di bawah pohon bambu yang semula teduh dari terik matahari maka sekarang lumayan panas menyengat.
Daripada kulit kita jadi item, mending kita pindah ke rumah kosong (karena belum ditempati) di samping rumah Pak Robert. Kebetulan rumah tersebut pintunya ngak dikunci…, jadi kita bisa memindahkan sumber listrik dari rumah Pak Noval kesana, soalnya kalo dari rumah Pak Noval kabelnya udah ngak nyampe.
Alhasil setelah peralatan listrik di tancapkan kita kembali memulai pekerjaan mengebor rangka dan memotong tripleks…., namun belum 3 menit kita melanjutkan pekerjaan… ehhhh pemilik rumah datang untuk mengecek rumah…., Tahukan akibatnya…, semua jadi salah tingkah…, soalnya ketahuan make listrik tanpa ijin pemiliknya…. he… he… he…, untung pemiliknya seorang yang baik hati, jadi ngak langsung marah-marah melihat kita masuk rumah dia tanpa ijin… (makasih ya Pak Roni…, jadi malu kita-kita minta ijinnya belakangan… )
Menjelang sore hari pekerjaan terpaksa di hentikan karena mendadak hujan turun…, ya mungkin hari libur besok or sabtu/minggu depan dilanjutkan pengerjaannya …